35 juta pounds untuk Andy Carroll, 20 juta untuk Jordan Henderson, 16 juta untuk Phil Jones, dan lebih dari 9 juta untuk Connor Wickham. Apakah talenta-talenta teranyar Britania Raya itu pantas dibandrol dengan pundi-pundi uang yang sebegitu mahal? Apa yang telah benar-benar mereka lakukan sampai-sampai pada umur yang belum lebih dari 23 berhasil masuk pada jajaran transfer termahal di EPL?
Awal tahun ini, seiring dengan bergulirnya revolusi di sudut merah Merseyside, Andy Carroll berhasil memecahkan rekor transfer antar klub Inggris selama beberapa jam sebelum dipecahkan oleh Fernando Torres yang menyebrang dari Liverpool ke Chelsea dengan nilai 50 juta pounds. Publik Inggris dan dunia dibuat kaget dengan nilai Carrol yang mencapai 35 juta. Beberapa pengamat dan fans menganggap Liverpool menetapkan harga yang terlalu tinggi untuk seorang bocah 20 tahun yang baru mengalami setengah musim penuh pertamanya di Premier League. Prestasinya di Championship dengan membawa Newcastle promosi dan menjadi top skor klub dianggap belum cukup untuk meningkatkan harganya menjadi 35 juta yang berarti lebih mahal dari Darren Bent yang sudah malang melintang di Premier League serta Luis Suarez kompatriotnya di Liverpool yang malang melintang di Afrika Selatan 2010 serta Eredivisie dengan gol yang sudah melebihi 100 bersama Ajax Amsterdam.
Drama yang serupa dengan kasus Carroll ternyata berlanjut di transfer musim panas ini. Hal ini terjadi pada dua pembelian pertama derby North-west.
Jordan Henderson, bintang muda Sunderland yang baru menjalani season kedua nya di EPL ini diboyong dengan nilai hampir 20 juta pounds oleh Liverpool. Henderson yang kini sedang berlaga di kejuaraan Eropa U-21 di Denmark memang di rate cukup tinggi oleh pelatihnya di Sunderland, Steve Bruce. Ia menilai Henderson dengan perumpamaan “he got the world at his feet”. Tapi apa dengan pujian seperti itu dan kepercayaan mengenakan nomor punggung 10 di Sunderland membuatnya pantas dihargai 20 juta?.
Begitu juga dengan sesama punggawa timnas U-21 Inggris, Phil Jones yang merupakan pemain asal Blackburn Rovers. Jones diboyong Manchester United dengan nilai 16 juta. Jones yang berhasil menggeser kapten Ryan Nelsen di Blackburn dari starting-eleven pada umur 20 tahun memang digadang-gadang sebagai The Next England’s Captain. Tapi pertanyaannya kembali lagi ke awal, apa pemain yang baru 2-3 tahun merasakan top-flight football dan memperoleh 2-3 caps timnas senior pantas dibandrol puluhan juta?
Bandingkan lagi prestasi Andy Carroll dengan Luis Suarez? Apakah Carroll pernah menjadi top skor sebuah liga utama? Apakah Carroll pernah bermain dan mencetak gol indah penentu kemenangan tim nya di Piala Dunia?.
Lalu bandingkan Sunderland’s sensation Jordan Henderson dengan playmaker Real Madrid keturunan Jerman-Turki Mesut Oezil yang hanya berbandrol 15 juta. Apakah Henderson pernah menjuarai World Cup U-21 dan ditahun berikutnya membawa negaranya menjadi second runner-up Piala Dunia?
Jawabannya tentu bisa kita temukan dengan mudah, tapi ternyata bukan begitu lah cara Liga Inggris bekerja. Local-talent selalu di rate tinggi, sangat tinggi dan bahkan terlalu tinggi untuk beberapa orang. Mungkin ada alasan dibalik tinggi nya rata-an nilai transfer para anak-anak muda ini yang belum kita ketahui.



